Pertemuan 3 (Pancasila Yuridis kemerdekaan)

PANCASILA SEBAGAI OBYEK PEMBAHASAN ILMIAH MEMILIKI RUANG LINGKUP YANG SANGAT LUAS, TERGANTUNG PADA OBYEK FORMA ATAU SUDUT PANDANG PEMBAHASANNYA MASING-MASING.
PANCASILA DIBAHAS DARI SUDUT PANDANG MORAL ATAU ETIKA, MAKA LINGKUP PEMBAHASANNYA MELIPUTI :          “ETIKA PANCASILA” DIBAHAS DARI SUDUT EKONOMI KITA DAPATKAN BIDANG “EKONOMI PANCASILA”, DARI SUDUT PANDANG FILSAFAT “FILSAFAT PANCASILA” YANG MELIPUTI AKSIOLOGI, EPISTEMOLOGI, BILAMANA DIBAHAS DARI SUDUT PANDANG YURIDIS KENEGARAAN, MAKA KITA DAPATKAN BIDANG “PANCASILA YURIDIS KENEGARAAN”.

SECARA ILMIAH
SEBAGAI SUATU KAJIAN ILMIAH HARUS MEMENUHI SYARAT ILMIAH YAITU DENGAN METODE ANALISIS-ABSTRAKSI-SISTESIS.  PENGETAHUAN ILMIAH PERLU DISUSUN SEBAGAI SUATU SISTEM, ANTARA BAGIAN YANG SATU DENGAN BAGIAN YANG LAIN DARI SUSUNAN ITU SALING BERHUBUNGAN, DAN SEMUA BAGIAN MERUPAKAN SATU KESATUAN.
SISTEM PENGETAHUAN ILMIAH ITU BERTINGKAT-TINGKAT SEBAGAIMANA DIKEMUKA KAN OLEH  I.R. POEDJOWIJATNO DALAM BUKUNYA : “TAHU DAN PENGETAHUAN”,                  sbb. :   1.  Berobyek,            2.  Bermetode, 3.  Bersistem, 4.  Bersifat Universal.

2.   BERMETODE
SETIAP PENGETAHUAN HARUS MEMILIKI METODE ILMIAH DALAM PENDEKATANNYA YAITU SEPERANGKAT CARA ATAU SISTEM, DALAM RANGKA PEMBAHASAN PANCASILA UNTUK MENDAPATKAN SUATU KEBENARAN YANG BERSIFAT OBJEKTIF.
METODE DALAM PEMBAHASAN PANCASILA SANGAT TERGANTUNG PADA KARAKTERISTIK OBYEK FORMA MAUPUN OBYEK MATERIA.
SALAH SATU METODE DALAM PEMBAHASAN PANCASILA ADALAH METODE “ANALITICO SYNTETIC” YAITU SUATU PERPADUAN METODE ANALITIS DAN SINTESIS.    DIKARENAKAN OBYEK PANCASILA BANYAK BERKAITAN DENGAN HASIL-HASIL BUDAYA & OBYEK SEJARAH, MAKA LAZIM DIGUNAKAN METODE “HERMENEUTIKA”: YAITU SUATU METODE UNTUK MENEMUKAN MAKNA DI BALIK OBYEK.

3.   BERSISTEM
PENGETAHUAN ILMIAH HARUS MERUPAKAN SUATU KESATUAN, ARTINYA KESELURUHAN PROSES DAN HASIL BERPIKIR DISUSUN DALAM SATU KESATUAN YANG BULAT. SALING BERHUBUNGAN, BAIK HUBUNGAN INTERELASI (saling hubungan) MAUPUN INTERDEPENDENSI (saling ketergantungan) SEHINGGA DIPEROLEH KESATUAN YANG ORGANIS, HARMONIS, DAN DINAMIS. PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAIMANA YANG TERDAPAT DALAM PEMBUKAAN UUD 1945 SECARA ILMIAH, HARUS MERUPAKAN SUATU KESATUAN & KEUTUHAN. BAHKAN PANCASILA ITU SENDIRI DALAM DIRINYA MERUPAKAN SUATU KESATUAN DAN KEUTUHAN SEBAGAI ”MAJEMUK TUNGGAL” YAITU KELIMA SILA, BAIK RUMUSANNYA, INTI & ISI DARIPADA  SILA-SILA PANCASILA, MERUPAKAN SUATU KESATUAN DAN KEBULATAN.

4.   BERSIFAT UNIVERSAL
KEBENARAN PENGETAHUAN ILMIAH HARUS BERSIFAT UNIVERSAL, TIDAK TERBATAS OLEH WAKTU, SITUASI, MAUPUN JUMLAH TERTENTU.      KAJIAN HAKIKAT PADA NILAI-NILAI PANCASILA BERSIFAT UNIVERSAL, DENGAN KATA LAIN BAHWA INTISARI, ESSENSI ATAU MAKNA YANG TERDALAM DARI SILA-SILA PANCASILA ADALAH BERSIFAT UNIVERSAL YANG MENDUKUNG KEBENARAN ATAS KESIMPULAN-KESIMPULAN DAN PERNYATAAN-PERNYATAAN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s